Berita

Menulis Bentuk Ekspresi Diri, Apa Iya ?

Temansebaya.id, #Berkaryadirumah – Menulis adalah bagaimana kita menggambarkan keadaan dalam cerita. Menulis adalah cara manusia untuk merekam sejarah dansejarah adalah ingatan. Tulisan itu memiliki kekuatan untuk menggali impresi. Impresi setiap orang akan berbeda tergantung dengan apa yang pernah pembaca alami atau baca. Berikut yang disampaikan Fahd Pahdepie ketika Covid-19 Talk yang diadakan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

 Sehingga menjadi penulis adalah tentang memahami situasi pembaca agar cerita dapat tersampaikan dan terimpresi secara baik. Tulisan yang terimpresi baik oleh pembaca tentu akan menghasilkan pembaca yang banyak, syaratnya tulisan yang ditulis harus relevan dengan kehidupan sesungguhnya para pembaca,” lanjutnya.

Menulis Proses Menuangkan Pikiran

Menulis bukan hanya merangkai kata – kata namun lebih kepada proses menuangkan pikiran dan perasaan ke dalam tulisan. Menulis adalah proses belajar, proses menjadi diri sendiri. Kekhawatiran dalam menulis bisa diabaikan, karena setiap orang berhak belajar.

 Jadi, apabila tulisan pertama masih belum menarik, maka terus belajar dengan cara terus menulis karena proses belajar adalah keberlanjutan,” ungkapnya.

 Dua kunci yang harus dipelajari dalam menulis adalah mengemukakan ide dan cara menyampaikan. Jadi menulislah sebagai orang pembelajar, menulislah jadi orang yang sedang belajar menulis.

 Sejatinya tulisan adalah gambaran keadaan diri kita sebenarnya, semakin matang tulisan semakin matang pula hasil belajar menulis,” tandasnya.

Tentuka Dulu Pembacanya

Menulis itu 4C; Content, Context, Coherent, Colour. Jadi saat kita menulis tentukan dulu siapa pembacanya. Jika untuk diri sendiri maka utamakan perasaaan, jika untuk dibaca orang lain maka utamakan bahasa yang mudah dipahami agar mudah dipahami banyak pembaca.

 Semakin tulisan mudah dipahami, berarti semakin paham penulis dalam menulis dan mengekspresikan. Jadi, saat kita menulis anggap bahwa pembaca adalah orang yang awam dan merupakan pembaca awal,”

 

Mindset Awal Ketika Menulis

Menulis untuk lingkaran pembaca terdekat, apabila sudah diterima maka perluas lingkaran pembaca. Ciri khas akan muncul sendirinya saat beberapa gaya tulisan sudah dicoba, mana yang lebih nyaman dan sesuai gaya kamu itu karaktermu (sintesis).

 Jadilah penulis yang rendah hati, tidak merasa tulisan kita yang paling bagus dan menganggap semua orang paham semua tulisan kita agar kita tetap semangat memperkaya gaya tulisan, emosi tulisan, dan terus belajar dalam menulis,” jelasnya.

Belajar Kunci Utama Menulis

Tidak usah banyak mengikuti kelas kepenulisan, karena inti dari menulis adalah belajar. Belajar menulis harus diimbangi banyak membaca, karena jika banyak menulis tanpa membaca bisa jadi sebenarnya apa yang kita pikirkan dan kita rasakan tidak sekaya itu.

 Menulis harus bisa menargetkan seperti siapa penulis idola, bacaan apa yang paling menarik, dan kapan waktu yang tepat untuk menuliskan dan mengutarakan pikiran serta perasaan kita,” tutupnya.

Bertemakan Menulis itu Mudah Covid-19 Talk (14/6/2020),  dengan moderator Nabhan Mudrik Alyaum Ketua PW IPM DIY Bidang PIP. Kegiatan ini merupakan program Peer Counselor IPM (PCI) yang bekerjasama dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dan Lazismu.*(git/anf) Jangan lupa infak ya!

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *